Follow Me:

Thursday, September 11, 2014

Catper Kerinci dan Danau Gunung Tujuh 19-21 Agustus 2014

Perkebunan Teh Kayu Aro
Senang sekali rasanya ditengah hujatan dunia masih bisa meluangkan waktu untuk melangkahkan kaki dan memanjakan mata untuk Sekepal Tanah dari Surgo. Berawal dari ajakan Mas Said dan Mas Ondra untuk nanjak Kerinci tanggal 17 Agustus 2014, saya pun membelokkan rencana mereka ke tanggal 19 Agustus 2014 dengan pertimbangan 17 Agustus gunung kerinci dijamin ruamee banget dan mereka berdua mulai goyah (YES... konspirasi saya berhasil).


Iseng-iseng membuka Forum Kaskus OANC saya menemukan trit ajakan Gunung Kerinci untuk tanggal 17 Agustus 2014 sudah pasti agan ieumabihun dan agan ondra gelar matras di trit ajakan ini dan saya juga tak mau ketinggalan ikut gelar Matras di trit ajakan ini dan lagi-lagi saya membelokkan rencana di trit ini ke tanggal 19 Agustus 2014 dengan semua saywar2 keramaian dan kesemrautan gunung saat 17 Agustus dan tentu saja konspirasi saya kembali berhasil.

Namun trit ajakan itu lenyap/raip/musnah 1 hari sebelum tanggal 19 Agustus 2014, mungkin ada sabotase dan konspirasi dari alam lain. Kesimpulannya (lah kok udah kesimpulan aja???) terbentuk team beranggotakan 9 orang saya a.k.a Herlan, Mas Said dari Riau, Mas Ondra dari Linggau beserta 3 pasukannya (Mufid, Jefry, Egi), Hardiman a.k.a TS dari Batam, dan Bang Yos serta Mas Bram dari Jakarta.

Setelah saling berkenalan di grup WhatsApp yang dipelopori oleh TS maka diputuskan tim akan terbagi jadi 2 yaitu Saya, Mas Said, Mas Bram, Hardiman, dan Bang Yos ketemuan di Padang dan Mas Ondra bersama pasukannya berangkat dari Linggau dan sepakat untuk meeting point Selasa pagi 19 Agustus 2014di homestay Paiman.

Senin, 18 Agustus 2014
Pukul 16.00 Setelah Hardiman, Bang Yos dan Mas Bram ketemuan di Bandara, akhirnya mereka bertemu dengan saya di loket travel. Berjabat tangan singkat dan berkenalan saya langsung membawa Hardiman, Bang Yos, dan Mas Bram ke jalur evakuasi lapar terdekat ngakunya sih untuk sarapan. Selesai makan kami melengkapi keperluan untuk nanjak sambil menunggu Mas Said dan jadwal berangkat travel jam 19.00.  

Setelah Mas Said dari Pekanbaru sampai di Padang di menit terakhir akhirnya sekitar pukul 19.00 travel jurusan sungai penuh yang kita tumpangi berangkat. capcus..
Sepanjang perjalanan ini saya isi waktu dengan berpura-pura tidur karena memang sulit bagi saya untuk benar-benar bisa tidur karena mobil yang melaju kencang dengan jalan yang berkelok dan banyak lobangnya.

Selasa, 19 Agustus 2014
Setelah 8 jam perjalanan jam 03.30 kami sampai di Homestay Paiman, sempat bingung karena sampai kepagian akhirnya kami mencoba membuka pintu sendiri (bukan mau maling ya,,,,) beruntunglah pintu tidak dikunci dan kami bisa istirahat di kursi ruang tengah (Hore,,,,). Pukul 04.30 Mas Ondra yang udah sampai dari semalam dan nginap di Homestay Timan nyamperin kami ke Paiman dan berlanjut dengan obrolan ngaco dipagi itu. Setelah sholat subuh kami langsung siap-siap packing ulang, sarapan, bawa bekal dari Paiman,  dan carter pick up ke Pintu Rimba.

Pick-up
Pukul 07.15 kami caw.. dari Paiman untuk menuju Pintu Rimba, tak lupa tentunya untuk foto keluarga dulu di Tugu Macan.

Foto Keluarga @Simpang Tugu Macan
Setelah sesi foto-foto di Tugu Macan kita lanjut ke Pos R.10 disini kita registrasi dan bayar tiket masuk Rp.2.500/org. Dari R.10 kita lanjut ke Pintu Rimba, sampai di Pintu Rimba kita langsung ngesot dan tak lupa berdo'a dan pemanasan dulu tentunya.

Foto Keluarga @Pintu Rimba
Ngesot dimulai dengan medan yang tidak terlalu berat berupa jalan setapak yang sangat jelas landai, berlumpur, hutan yang rapat dan sesekali terhalang pohon tumbang. 30 menit ngesot kita sampai di Pos 1 (Bangku Panjang 1889 Mdpl), disini kita ketemu sama rombongan pendaki yang asalnya campur-campur kayak tim kita.

Pos 1 (Bangku Panjang)
Istirahat bentar kita lanjut lagi ke Pos 2 dengan medan jalur yang kurang lebih sama tetapi semakin berlumpur, dan masih ada sisa genangan airnya.

Trek Pos 1-Pos 2
Lebih kurang 30 menit main lumpur kita sampai di Pos 2/Batu Lumut 2020 Mdpl. di Pos 2 ini terdapat sumber air melipir turun ke arah kiri menuju sungai biasanya hanya genangan pada batu, berbeda dengan Pos 1 di Pos 2 tidak ada shelter nya. Ambil nafas sejenak kita lanjut menuju Pos 3, baru saja lepas Pos 2 kita didatangi oleh kawanan Siamang yang heboh dengan kehadiran kita yang mungkin memasuki Teritory mereka, kita tetap melanjutkan perjalanan dengan posisi yang rapat meskipun ada sedikit rasa ragu dan waspada karena kawanan Siamang terus mengikuti. Separuh jalan lepas Pos 2 kawanan Siamang mulai meninggalkan kami, mungkin karena telah terditeksi tim kami ga ada ceweknya hahahhaha.... Trek menuju Pos 3 kita mulai berkenalan dengan tanjakan kerinci yang luayan bikin gempor diselingi beberapa trek bonus.

Trek Pos 2-Pos 3
Pukul 10.00 setelah lebih kurang 1 jam ngesot kita sampai di Pos 3/ Pondok Panorama 2225 Mdpl. di Pos 3 terdapat Shelter, dan bisa mendirikan 2 tenda dome. di Pos 3 ini kita sempat ngaso yang agak lama karena dengkul mulai ngedumel hahhahah...

Pos 3. Tebak siapa yg gk ada di foto?
Lanjut ngesot menuju Shelter 1 semakin didominasi tanjakan yang bikin dengkul menjerit ditambah lagi dengan lumpur yang bikin lengket, sepatu makin berat, dan licin.

Mas Ondra dengan pasti melahap tanjakan 
Menuju Shelter 1 frekuensi istirahat tim semakin sering, karena dengkul yang mulai menjerit. Setelah lebih kurang 2 jam ngesot kita sampai di Shelter 1 Pukul 12.10. Shelter 1 cukup luas, bisa mendirikan beberapa tenda dome, dan terdapat sumber air yang sering kering. Di Shelter 1 kita langsung istirahat makan siang dengan bekal bungkusan Nasi+telur+sambel dari Paiman, 30 menit makan siang+istirahat kita langsung melanjutkan misi. Di Shelter 1 ini kita juga ketemu rombongan dari Palembang.

Shelter 1
Lanjut menuju Shelter 2 jalur semakin berat tanjakan-tanjakan yang berlumpur membuat dengkul nangis dan kita sangat sering istirahat di jalur. Jalur Shelter 1-Shelter 2 merupakan jalur terpanjang, ketahanan dan kesabaran benar-benar ujian berat disini ditambah lagi dengan hutan yang rapat banyak ranting/pohon yang mengharuskan kita sering bermanuver aneh. Setelah saya cek berulang kali tak satupun ada foto dari tim kita sepanjang jalur Shelter 1 ke Shelter 2 (Nafas aja susah, boro-boro mau foto :p). Pukul 16.05 kita sampai di Shelter 2 lebih kurang 4 jam perjalanan.


Di Shelter 2 ini merupakan pilihan camp sebelum menuju puncak dan ada sumber air, jarak puncak dari sini sekitar 4-5 jam perjalanan. Disini kita istirahat cukup lama untuk mengambil sumber air, menikmati sore yang cerah di ketinggian 3100 Mdpl dan memutuskan untuk lanjut dan camp di Shelter 3 karena masih sore. Saya dan Mas Hardiman lebih lama di Shelter 2 karena Sholat dulu sementara yang lain lanjut berangkat menuju Shelter 3.

View Shelter 2
Pukul 17.00 Saya dan Mas Hardiman baru beranjak dari Shelter 2, lanjut menuju Shelter 3 didominasi hutan yang semakin rapat dengan vegetasi tumbuhan semakin berkurang. Jalur menuju Shelter 3 enggak pake banget buat bawa keril kita harus gelayutan pegangan pada ranting kayak tarzan. Pukul 18.20 Saya dan Mas Hardiman sampai di Shelter 3, normalnya sih 1 jam tapi karena kita banyak menikmati pemandangan sore makanya jadi molor (alibi padahal keseringan istirahat... :p).

Sampai di Shelter 3 kita langsung membantu mendirikan tenda yang udah setengah jadi oleh teman-teman yang duluan. Di Shelter 3 sore itu tim kita mendirikan 2 tenda dome, dome 1 diisi oleh Mas Ondra dan pasukannya, Mufid, Jefry, Egi, dan dome 2 diisi oleh Saya, Mas Bram, Mas Hardiman, Mas Said, dan Bang Yos empunya tenda.

Shelter 3
Shelter 3 View
Tak banyak yang kita lakukan setelah tenda berdiri langsung masuk tenda dan mendekorasi interior kamar kami malam itu. Setelah masuk tenda kita langsung makan malam dengan bungkusan Nasi+telur sisa makan siang, kita memutuskan untuk tidak masak malam itu. Selesai makan kita semua langsung masuk Sleeping Bag dan tentu saja mengecas tenaga yang sudah habis seharian. Dan tak lupa membuat kesepakatan untuk bangun jam 03.30 dan berangkat summit jam 04.00.

Hotel Prodeo
Rabu, 20 Agustus 2014
Pukul 02.00 Saya terbangun dan ternyata Mas Said juga sedang bangun dan makan, memang semalam Mas Said gk nafsu makan sepertinya nyaris dapat Jackpot. Sedikit berbincang dengan Mas Said saya kembali berusaha untuk tidur, apadaya perut yang keroncongan memaksa saya untuk memasak minuman hangat dan makan sepotong roti setelah perut terisi malah makin gak bisa tidur jadinya ya pura-pura tidur sambil menunggu Alarm perisapan Summit bunyi.

Pukul 03.30 Alarm berbunyi dan sudah bisa ditebak semuanya masih tetap molor, saya langsung keluar tenda untuk menikmati pemandangan malam yang cerah dan jepret-jepret. 


Shelter 3 Camp Area
Setelah semua bangun barulah kita siap-siap buat sumit dengan sarapan minum makanan bergizi. Pukul 04.20 kita berangkat muncak, kali ini saya memilih untuk jalan paling belakang. Trek awal dari Shelter 3 jalan masih sedikit landai ada bonus sampai batas vegetasi. Lepas dari batas vegetasi trek semakin berat dan memaksa kami untuk sering beristirahat. Pukul 06.00 Matahari mulai menyongsong pagi dari balik awan, dan kita masih berkutat dengan batu kerikil kerinci. Saya memutuskan untuk istirahat Sholat Subuh terlebih dahulu dan setelah itu sejenak menikmati Sunrise, dan yang lain juga istirahat sementara itu Bang Yos menjadi Single Fighter menuju puncak dan sudah tidak kelihatan lagi.

Sunrise
Lanjut ngesot kayak bekicot sekitar Pukul 06.45 kita sampai di Tugu Yudha, dari Tugu Yudha lanjut lagi dan Finally Pukul 7.30 saya berhasil sampai puncak disusul yang lain berturut-turut.

Pagi itu puncak Kerinci tidak terlalu ramai dan terdapat beberapa tim, sesi narsis tentu saja segera dimulai. Dimulai dari foto keluarga, foto sendiri-sendiri, gaya bebas, agan Sapondra dengan jas Presidennya, serta kehadiran 2 orang bule cantik yang menjadi artis Pagi itu.

Foto Keluarga
Capres 20XX
Bang Yos
T.S Ajakan a.k.a manhe
Egi a.k.a trojanbgl
Jepry
Pasukan Merah
Mas Bram
Agan ieumabihun & permainsuri
Danau Gunung Tujuh
Danau Belibis
Setelah puas menikmati foto-foto dengan keadaan puncak yang tidak begitu cerah dan asap belerang sudah mulai naik dari kawah Pukul 08.30 kami mulai turun kembali menuju camp Shelter 3. Perjalanan turun pun tak kalah susah nya dengan naik harus berhati-hati dan pintar-pintar memilih pijakan. 2,5 jam perjalanan turun dengan beberapa kali terpleset dan jatuh untuk saya Pukul 10.00 kita sampai kembali di camp Shelter 3 diiringi hujan dan langsung masuk tenda.

Sampai di Shelter 3 sumber air yang banyak sudah kering dan kita tidak kebagian, apaboleh buat niat untuk masak makan siang terpaksa diurungkan dan saya makan mi mentah (semoga mateng deh dalem perut.. :p).
Kecapean habis muncak kita ketiduran sambil nunggu hujan reda, untungdeh setelah hujan reda dibangunin sama Jefry (lumayan molor 1 jam.. ehehhhee). Bangun tidur kita langsung packing dan beberes, Pukul 13.00 kita mulai perjalanan turun dengan kondisi setengah sadar.

Jalur turun dari Shelter 3 ke Shelter 2 nyiksa banget, apalagi yang bawaan nya kulkas super gede mesti lompat2 gelayutan. Pukul 14.15 kita sampai di Shelter 2 disini kita istirahat yang lama banget sambil ngabisin biskuit sama roti. Pukul 15.00 kita baru berangkat dari Shelter 2, skip skip Pukul 17.00 kita sampai di Shelter 1. Sesaat sebelum Shelter 1 om TS Hardiman mengalami gagal sadar yang terlihat dari kelakuan dan omongannya yang bikin ngakak Hahhahahha.

1 Jam perjalanan kita Sampai di Pos 3 dalam keadaan gelap dan mendung berat kita mulai persiapan Headlamp dan Raincoat. Sejenak beranjak dari Pos 3 gerimis mulai menemani perjalanan kami dan menambah romantis nya perjalanan ini. 40 menit berjalan dalam gerimis kita sampai di Pos 2 pukul 19.00, skip skip tanpa istirahat kita sampai di Pos 1 pukul 19.30,. Istirahat dan meninggalkan muatan berlebih(baca; buang air) di Pos 1, kita lanjut dan sampai di Pintu Rimba Pukul 20.00 dan langsung naik pick up yang sudah kita telpon di Pos 1 untuk menuju Paiman.

Sampai di Paiman kita semua langsung perbaikan gizi, bersih-bersih, dan ngecas tenaga buat besok lanjut ke gunung tujuh.

@homestay Paiman
Kamis, 21 Agustus 2014

Danau Gunung Tujuh

Pagi itu saya mengawali hari sengan santai terbangun pukul 06.00 dan yang lain masih molor kecuali Mas Hardiman yang sudah bangun lebih pagi. Setelah sholat subuh saya santai sambil ngeteh dan nonton TV sambil mendo'akan Mas Hardiman yang nyumpel hidungnya pakai tisu, ternyata Mas Hardiman lagi PMS Hahahha :peace:

Menikmati pagi di Kayu Aro saya sedikt jalan-jalan menyusuri perkebunan teh sambil jepret-jepret, kemudian Bang Yos menyusul ikutan jepret.

Pagi Kayu Aro
Selesai jepret-jepret kita masuk lagi ke homestay untuk sarapan, mandi, dan menyusun rencana ke gunung tujuh, sayang teman-teman dari Linggau (Mas Ondra, Jepry, Mufid, dan Egi) tidak bisa ikut karena kebelet pulang kampung Hahhaha..

Selesai sarapan Nasi Goreng kita langsung mandi bergiliran, selesai mandi sekitar jam 08.00 kita langsung packing kali ini konsepnya ultralight cuman bawa 1 daypack isinya cooking set sama logistik karena kita mau tek tok langsung balik. Pukul 08.30 pick up buat antar kita ke gunung tujuh udah datang, bukannya langsung berangkat seketika saya malah panik menyadari dompet saya ngga ada dan kepikiran kalau pas mandi nyelipin di gantungan baju kamar mandi.. Hadeuh... (dodol.) langsung cek ke kamar mandi udah gak ada spontan saya langsung bilang ke orang homestay dan membuat mereka semua  ikutan pani :peace: saya ubek-ubek kamar siapa tau ketinggalan juga ngga ada.

Apaboleh buat trip must go on, trip ke gunung tujuh tetap lanjut dan pencarian dompetnya dipending dulu beruntung saya menyimpan sebagian besar uang di tas kecil dan pelajaran buat kita semua kalau lagi berpergian jangan nyimpan uang di satau tempat saja. Pukul 09.00 kita berpisah dan say good bye buat rombongan Linggau dan caw ke gunung tujuh.

Dadah
Perjalanan ke Pos Registrasi Gunung Tujuh sekitar 40 menit, melewati jalan yang view nya kebun kebun bagus banget. Sampai di Pos Registrasi yang tutup kita disambut oleh anak-anak SD yang lagi main di jam istirahat, mereka antusias banget dengan kedatangan kita dan seneng banget diajakin foto.

chibi-chibi
Tanpa registrasi Pukul 10.00 kita mulai jalan, medan awal yang dilalui berupa jalan setapak-berbatu yang cukup lebar membelah perkebunan warga.


Diawal perjalanan kita banyak berenti buat jepret-jepret.






Selepas perkebunan warga sebelum memasuki hutan ada beberapa kali percabangan yang bisa sedikit membingungkan, tapi perhatikan saja jalur yang lebih sering dilalui dengan tanda-tanda tali atau jejak. Memasuki hutan kita baru bertemu jalur yang sesungguhnya menanjak landai tapi gak abis-abis.

Istirahat di Jalur
Pukul 13.00 kita sampai di Puncak Gunung Tujuh setelah jalan santai dan banyak istirahat.

Puncak Gunung Tujuh
Dari Puncak sekitar 15 menit perjalanan turun baru kita sampai di Danau Gunung Tujuh.

Danau Gunung Tujuh
Sampai di Danau Gunung Tujuh kita benar-benar disuguhi pemandangan yang amajing dengan cuaca cerah. Hanya sebentar kami diberi waktu jepret tiba-tiba hujan mengguyur, dan memaksa kita membuat Shelter untuk berteduh sambil menunggu hujan reda kita memasak logistik pasaran di gunung yaitu Indomie rebus+sosis. Setelah hujan reda dengan perut kenyang saatnya kita nyebur ke danau untuk merasakan sensasi dinginnya Danau Gunung Tujuh. Sempat ragu-ragu awalnya dan saling menyuruh duluan karena dinginnya, tapi akhirnya semua nyebur sedikit dokumentasi fotonya karena kita bikin video.

Agan ieumabihun
Setelah puas merasakan sensasi dingin, dan mengingat hari yang semakin sore kita memutuskan untuk segera beberes dan naik ke puncak kemudian turun. Pukul 16.30 kita mulai perjalanan balik, dipertengahan jalan gerimis kembali menambah romantisnya perjalanan kita berlima. Tanpa banyak cang cing cong kita turun dengan cepat dan Pukul 18.11 kita sampai di Pos Registrasi Gunung Tujuh.

Beberapa menit menunggu pick up kita berangkat menuju homestay Paiman dan bergabung dengan rombongan dari Palembang yang juga turun bersamaan. Lewat Pukul 19.00 kita sampai di Paiman langsung bersih-bersih dan packing karena Saya, Mas Hardiman, dan Mas Bram akan bertolak menuju Padang malam itu, Sementara Mas Said dan Bang Yos akan menginap semalam lagi untuk besok balik ke Malang dan Jakarta via Jambi. Selesai beberes, mandi, packing, dan makan malam sambil menunggu travel jemputan saya berjalan-jalan diluar dan entah sengaja atau tidak Alhamdulillah saya menemkan dompet saya sendiri yang uang nya sudah tidak ada, tapi beruntung semua kartu identitas masih ada.

Pukul 21.00 travel jemputan datang saatnya berpisah dengan Mas Said dan Bang Yos, 4 hari menjalani susah senang bersama tentu semuanya memberi arti bagi pengalaman masing-masing.

Sampai jumpa kawan!

Rincian Biaya:
1. Travel Padang-Kayu Aro 
Rp.90.000 = PP Rp.180.000


2. Makan @homestay Paiman
Sarapan Nasi goroeng = Rp.10.000/porsi
Bekal bungkusan = Rp. 10.000/porsi
Makan malam = Rp.15.000/porsi


3. Sewa pick up
Homestay Paiman-Pintu Rimba = Rp.10.000/orang
Homestay Paiman-Gunung Tujuh = Rp.15.000/orang


4. Penginapan
Rp.40.000/orang/hari, 1 kamar bisa diisi 3-4 orang



Galeri Foto:
nyusul

7 comments:

  1. wuah...agustus masih clear banget udaranya...september gunung kerinci dah tinggal siluet dr homestay paiman...

    membei pengalaman :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bulan juni lebih clear lagi kayaknya...
      cmiww.. ;)

      Delete
  2. Boleh tanya bang herlan, berapa harga sewa angkot dr homestay Paiman - Pintu Rimba / BC Kerinci. Dan sewa angkot dari Homestay ke Pos Perijinan Danau Gn. Tujuh. Mohon info nya. Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mohon maaf baru bales mba Silvia.... Baru sadar saya kalo saya punya blog =D
      dari homestay itu pake pick up mba, bukan angkot. tarifnya:
      Homestay Paiman-Pintu Rimba = Rp.10.000/orang
      Homestay Paiman-Gunung Tujuh = Rp.15.000/orang

      Kapan mau ke kerinci? mudah2an saya gk telat jawab pertanyaannya #:-s

      Delete
  3. bang mau tanya dong, apa ada travel dari padang ke kersik tuo malem hari? kalo ada boleh minta contact nya?
    tolong info nya ke 08561810300 atau emai saya : stevanusedison@yahoo.co.id.

    terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf baru bales komentasnya bang :(
      Travel dari Padang ke Kresik Tuo berangkatnya 2x/hari, pagi sama malam bang. kontaknya saya udah ilang bang, soalnya hp kemaren sempat hilang juga

      Delete