Follow Me:

Tuesday, July 8, 2014

(Amazing Journey Pt.4)

Sabtu, 23 November 2013

Setelah istirahat tidur panjang melampiaskan kelelahan Bromo, pagi itu saya bangun dan ternyata Kang Ucu udah berangkat kembali ke Jogja padahal setelah saya sholat subuh dia masih terlelap. Hari ini tak banyak yang saya lakukan, hanya santai santai dan santai.

Sekitar Pukul 11.00 saya ditelpon oleh Bg Ulil Amri senior sedaerah sewaktu pendidikan yang sudah lulus dan bertugas Di Lanud Malang, tak berpikir panjang saya langsung meminjam motor Mas Said dan langsung bergerak menuju Alun-alun Kota Batu, memang sudah lama kami tak bertemu. Kami bersantai, makan dan ngobrol di sebuah restoran bernuansa India didekat alun-alun Batu dan sebagai junior ditraktir tentunya... Hahaahahh...
Sepertinya Bg Ulil menikmati suasana Malang dengan aktivitasnya dikala senggang selalu beradventure ria Mountain Bike dan Paralayang.

Sekitar pukul 13.00 kami harus berpisah, sayang sekali saya lupa mengambil foto padahal akan sangat jarang sekali kami bertemu. Saya kembali ke kontrakan Mas Said sementara Bg Ulil pergi dengan goesan sepedanya.

Sekembalinya di kontrakan saya hanya bermalas-malasan dan bercengkrama dengan penghuni kosan Mas Said. Pukul 15.30 kami baru keluar sore itu Mas Said mengajak saya makan Mi SETAN (mi apalagi tuh??..). Ternyata Mi Setan adalah variasi mi khas kota Malang dengan cita rasa PEDAS....ssss, tingkat kepedasannya pun mempunyai level tersendiri dengan julah cabe tertentu.

halomalang.com
Minuman yang disediakan beraneka macam, tentu tidak seseram namanya. Semua minuman disini bercita rasa dominan manis sebagai penawar rasa pedas tentunya. Sore itu Mas Said pesan Mi Setan level 1, sementara saya memberanikan diri pesan level 2 dan minum Es Tuyul biar cepet kaya.. Hahhahah...


Mi Setan ini terhidang dengan 1 dimsum dan kerupuk pangsit, ternyata mi ini memang SETAN dengan susah payah bercucuran keringat saya menghabiskan mi ini. Kesimpulannya Mi Setan seharga Rp.12.500,- ini recomended untuk dicoba jika ke Malang. Selesai menikmati Mi Setan kami mengelilingi kota Malang sore itu, suasana nya sangat nyaman, sejuk dan mirip sekali dengan Kota Bukittinggi di Sumatera Barat.

Selesai sholat Maghrib kami beranjak ke Alun-alun Batu, dan menikmati malam minggu ini berdua.... *bukan maho ya*. Di alun-alun Batu kami naik biang lala berdua @Rp.3000,- dan antri yg panjang malam itu untuk menunggu giliran naik biang lala, memang menjadi sarana hiburan favorit keluarga yang murah meriah



Puas menikmati suasana malam minggu di Alun-alun Batu yang lumayan rame, kami bermaksud untuk icip-icip sekaligus nongkrong di Pos Ketan Legenda yang terkenal. Disini terdapat berbagai variasi ketan mulai dari susu, keju, coklat, pisang, duren, dan kacang yang dikombinasikan serta harganya bervariasi mulai dari 3rb. Namun sayang sekali kami tidak bisa nongkrong di Pos Ketan malam itu karena penuh dan antri yang parah, kami pun memutuskan untuk pesan saja dan diambil 1,5 jam kemudian.. Hadeuh.. perjuangan bgt.

okefood.com
Sambil menunggu Mas Said mengajak untuk minum STMJ di warung minum temannya, awalnya saya bingung ternyata STMJ adalah Susu Telor Madu Jahe. Minuman ini memang cocok banget dinikmati di malam hari dan membuat saya merasa kenyang entah kenapa, harganya @Rp.12.500,-. Malam itu saya minum STMJ coklat dan Mas Said STMJ biasa.


Sambil seruput STMJ saya memikirkan rencana untuk segera minggat dari Malang, dan ingin melanjutkan ke Sragen. Malam itu saya cari info dan akes menuju sragen dari Malang adalah naik bus di Jombang, kebetulan sekali Mas Said menawarkan untuk mengantar saya ke Jombang karena ingin menemui pacarnya di Jombang. oke fix... rencana sudah tersusun.

Menghabiskan STMJ kami langsung ke Pos Ketan Legenda untuk mengambil pesanan dan langsung ngacir ke kontrakan Mas Said. Sampai di kontrakan Mas Said kami langsung menikmati ketan malam itu saya pesan ketan susu keju meses, dan langsung istirahat.

Minggu, 24 November 2013

Setelah bangun pagi, sarapan sego pecel dan siap-siap Pukul 08.00 kami langsung caw ke Jombang. sekitar 3 jam menggunakan motor Pukul 11.00 kami sampai di Jombang dan saya langsung naik Bus Sumber Kencono menuju Sragen. Dan akhirnya tiba saatnya berpisah, seminggu bersama tentu berkesan. Terima Kasih bro....

Perjalanan menuju Sragen dengan bus Sumber Kencono ini memang memacu adrenaline, bus ini melaju dengan nge-blong nya salip kiri-kanan klakson gak abis-abis sampai saya tidak bisa tidur. Lebih kurang 5 jam pukul 04.00 saya sampai di Sragen tepatnya di terminal Pilang Sari, disini saya dijanjikan dijemput oleh yudhit. Beberapa saat menunggu yudhit datang menjemput dan langsung membawa saya ke rumahnya.

Disini saya temukan suasana keluarga yang rame, tak banyak yang saya lakukan bersama yudhit dan langsung istirahat.

Perjalanan ini belum selesai dan bersambung di Part 5

1 comment:

  1. Manteb mas perjalanannya..

    Anggara W Prasetya (anggarawepe@blogspot.com) ; Moga ke Semeru nya cepet kesampean gan..

    ReplyDelete