Follow Me:

Friday, July 4, 2014

(Amazing Journey Pt.2)

Selasa, 19 November 2013

Perjalanan Saya dengan Kang Ucu masih berlanjut, kami dijemput Mas Said dan Mas Bink di terminal pandaan. Sekitar pukul 12.00 kami mulai jalan entah kemana kami akan dibawa. Pertama kami mampir kembali ke rumah Mas Kecap di Taman Safari Prigen untuk mengambil Carrier Mas Said yang sengaja ditinggal ketika habis turun Arjuna karena keadaan yang menyusahkan untuk dibawa pulang.

Perjalanan motor berlanjut ke Malang, dalam perjalanan kami sempat mampir untuk icip-icip Bakso Singosari. disini terdapat berbagai macam Bakso, mulai dari Bakso Super, Bakso Udang, Bakso Keju, Bakso Siomay, Bakso Mercon dan masih seabrek lagi dilengkapi Lontong dan Mie tentunya. Kita bisa memilih kombinasi Bakso tersendiri sore itu saya memilih Bakso Mercon, Keju, dan Siomay sementara Kang Ucu memilih Bakso yang super besar entah apa isinya. Bakso yang kami pilih masing-masing memang berbeda sehingga terjadi lintas sendok-garpu diantara mangkok kami sore itu.




Selesai nge-Bakso kami mampir ke Candi Singosari yang berada di depan Bakso, tapi sayang hanya bisa melihat dan berfoto dari depan karena Candi ini dikunci sore itu. Tak apalah Candi Singosari ini juga salah satu objek yang bagus untuk dikunjungi karena Jebraw di Jalan-jalan Men, namun sayang kami tidak bisa mengetahui informasi Candi ini.




Selesai menikmati Bakso dan mengunjungi candi Singosari, kita lanjutkan perjalanan ke Malang. Sekitar pukul 18.00 kita sampai di kontrakan Mas Said malam itu Saya dan Kang Ucu memutuskan untuk istirahat di kontrakan Mas Said, sementara Mas Bink pulang ke rumahnya di Batu (gak sakit mas? :p)

Malam itu tak banyak yang kami lakukan di kontrakan Mas Said hanya sedikit bercengkrama lalu istirahat, tapi kami sempat membuat rencana untuk ke pemandian air panas Cangar besok pagi.

Rabu, 20 November 2013

Apadaya rencana yang kami buat semalam tinggal lah kenangan, dan kenyataannya kami telat bangun. Pagi itu kami mulai dengan sarapan Sego Pecel murah meriah, dan Mas Said pergi kuliah. Waktu luang ini saya manfaatkan untuk mencuci dan merawat outdoor gear.

Sekitar pukul 14.00 Mas Said pulang kuliah, kami berangkat ke pemandian air panas Cangar kali ini Saya, Kang Ucu, Mas Said, dan Rijal (temen kos Mas Said, tanpa Mas Bink. Di Cangar terdapat kolam berenang Air Panas yang kedalamannya bervariasi, serta kolam berendam Air Panas yang Panasnya bervariasi.

Kami benar-benar menikmati waktu sore hari disini, benar-benar berasa relaksasi diri.




Selesai relaksasi diri dan menikmati nafas di Pemandian Air Panas Cangar, kami menuju Kota Batu untuk bertemu Mas Bink. Diperjalanan kami sempat mampir membeli Apel Malang.


Sampai di Batu Mas Bink mengajak untuk makan Tahu Telor. Saya baru pertama kali mencoba makanan ini, dan langsung jatuh hati pada Tahu Telor, Tahu dan telor goreng disertai sayuran disiram bumbu kacang dan dimakan dengan nasi, memang makanan yang murah meriah dan nikmat. 



Selesai makan Tahu Telor kita mampir ke rumah Mas Bink, ya.. hanya sekedar ngobrol-ngobrol malam, share socmed danfoto-foto, dan menyusun rencana motoran ke Bromo. Fix kita bakal motoran ke Bromo malam ini berangkat jam 1, dan setelah itu kami segera kembali ke kontrakan Mas Said untuk seepatnya istirahat.

Kamis, 20 November 2013

Apadaya rencana yang kami buat semalam tinggal lah kenangan, dan kenyataannya kami telat bangun. Pagi itu kami mulai dengan sarapan Nasi Lalapan murah meriah, dan Mas Said pergi kuliah. Waktu luang ini saya manfaatkan untuk bertarung PES dengan kang ucu.

Sekitar pukul 13.00 Mas Said pulang kuliah, dan kali ini kami berencana mengunjungi Museum Brawijaya Malang.. Berangkat!!


Museum Brawijaya ini merupakan museum perjuangan yang menggambarkan bagaimana perjuangan warga ngalam melawan penjajah. Dengan tiket masuk @Rp.2000,- kita dapat menemukan banyak benda peninggalan sejarah, berupa senjata-senjata zaman perang, kendaraan-kendaraan yang dipakai melawan penjajah termasuk tank yang dipajang didepan musem, serta gambar dan lukisan ilustrasi tokoh-tokoh perjuangan dan perjuangan melawan penjajah.





Salah satu yang menjadi koleksi unggulan museum Brawijaya ini adalah Gerbong Maut, dari naman horor pastinya gerbong ini dulunya digunakan oleh Belanda untuk mengangkut 100 orang tawanan pejuang Indonesia dari penjara Bondowoso menuju Surabaya dan selama perjalanan gerbong ini ditutup rapat.


Keliling-keliling museum dan napak tilas perjuangan ngalam melawan penjajah membuat perut kami lapar, dan sore itu Mas Said mengajak kami ke Burger Buto (nah lho?? Apa lagi tuh?? serem amat namanya)

Ternyata Burger Buto itu adalah Burger yang ukurannya super besar, dengan kisaran harga 13-35 rb banyak terdapat pilihan dan menu unggulannya burger Buto Ijo yang ukurannya super besar waktu itu saya lihat 6 orang anak SMA=1 burger Buto. Sore itu kami memilih burger masing-masing, yang ternyata ukurannya pun masih super besar bagi saya tapi tidak untuk Kang ucu.




Setelah bersusah payah menghabiskan 1 porsi burger masing-masing (dengan bantuan Kang Ucu :p ), kami langsung pulang ke kontrakan Mas Said karena nanti malam kami akan melaksanakan motoran ke Bromo yang sempat tertunda. caw....

Perjalanan ini belum selesai dan bersambung di Part 3

4 comments:

  1. Aseum...racuuun...turun gunung lanjut jalan2 ahaha...ane yg sempet stay setahun di malang belom pernah ke tempat2 ituke tempat2 ituuhh *gigit jari,getok kepala*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Anggra
      salam kenal...

      btw, setahun di malang ngapain aja??
      wkwkwwkwwkwkkwkw

      terima kasih telah berkunjung ke blog saya, dan meningalkan komen..

      Salam satu gelas capucino

      Delete
  2. Mana part 3 nya? mana part yang lain2 nya?? :D

    ReplyDelete
  3. Halo Dian Ayu...
    Terima Kasih telah berkunjung dan meninggalkan komen..

    Part2 yg lainnya msh under construction...

    kalau suka boleh follow blog saya :D

    ReplyDelete