Follow Me:

Tuesday, June 24, 2014

Review Eiger Outdoor Technical Watch ILL03

Pada tulisan kali ini saya akan share pengalaman dan review sebuah produk jam tangan outdoor dari Eiger tipe ILL03, Review Eiger ILL03 ini akan saya tekankan lebih kepada fitur khusus nya yaitu Termometer, Barometer, Altimeter dan Weather Forecast, karena saya berkecimpung dalam bidang yang sama yaitu Meteorologi. Namun untuk kali ini saya tidak bisa mengambil perbandingan jam dengan fitur-fitur yang mirip dari produk lain, karena sama sekali tidak ada pengalaman menggunakan merk/produk lain.


Oke, kita mulai review nya!

Jam Eiger ILL03 saya beli dalam kondisi bekas pada pertengahan mei 2014, seharga 650.000. Harga resminya yaitu 750.00 dan tangan pertama (orang tempat saya membeli) membeli jam ini seharga 750.000 pada awal Mei 2014 (sesuai kuitansi). Sebelum masuk ke review yang lebih dalam perlu saya tegaskan bahwa walaupun jam yang saya review ini saya beli dalam keadaan bekas, tapi jam ini sudah saya cek dengan teliti dan dalam keadaan 100% semua fungsinya normal.

Dalam paket pembelian disertakan kartu garansi (garansi 1 tahun), dan buku panduan dalam bahasa inggris.

Spesifikasi :
Description: Technical Watch
Features:
- Compass : 16 directions, digital bearing reading lock, digital backward reading, declining setting)
- 12 -24 hours time format
- Daily alarm
- Chronograph
- Weather forecast
- Altimeter: 1 m (1 ft)  resolution
- -706 to 9164 (-2316 ft to 30067 ft)
- Maximum 48 hours history recall and 2 altitude alarms
- Barometer : 300hPa/mbar to 1100 hPa/mbar (8.85 inHg tp 32.48 inHg)
- Thermometer : 0.1°C to 60°C
- Electro-luminescent (EL) backlight
- Single 3V lithium battery (CR2032)

Kesan pertama saya terhadap jam ini adalah simpel dan sederhana, bentuknya yang bulat dengan warna dominan hitam, dan ring silver yang melingkari layar, serta aksen kuning pada bagian samping. Sama sekali tidak terlihat bahwa jam ini adalah jam eksklusif dan kaya fitur untuk aktivitas Outdoor. Tali jam/strap nya yang cukup lentur membuat saya sedikit tidak yakin bahwa strap ini akan tangguh, perlu kehati-hatian dalam memakainya.

Tombol kontrol terdapat 3 pada sisi kiri (Sensor, Light, Mode) dan 2 pada sisi kanan (st./stp, Lap/reset) yang menurut saya membuat jam ini terlihat tidak simetris.

General Interface/ tampilan umum:


Tampilan umum jam ini adalah waktu real time digital dengan porsi terbesar, dibawah tampilan waktu dengan dibatasi garis horizontal ada tampilan Tanggal dan Bulan disertai ikon Alarm/Beep (jika aktif) disamping kiri. Selanjutnya diatas tampilan waktu ada box Functional display yang bisa dirubah isinya (Hari, Suhu, grafik perubahan tekanan, grafik perubahan altitude) dengan cara menekan tombol ST./STP, Dan disebelah kanan box functional display ada ikon weather forecast (prakiraan cuaca). Untuk penanda detik terdapat bar yang mengelilingi layar dan 1 bar= 1 detik. 

Mode:
Alarm, terdapat 2 alarmyang bisa di set masing-masing
Chronograph
Timer
Pacer
Dual Time
Saya tidak terlalu menekankan penjelasan untuk beberapa mode pada jam ini, karena mode ini saya rasa sudah umum dan sangat banyak ditemui pada jam lain.

Oke, sekarang kita bahas spesial fitur dari jam ini. Yaitu Termometer, Altimeter, dan Barometer. Pada jam terdapat tulisan “SWISS MADE SENSOR” yang berarti sensor ini buatan swiss, dan sepengatahuan saya alat-alat meteorologi dan brand ternama dibidang meteorologi berasal dari swiss.

Termometer, hasil pembacaan suhu bersumber dari sensor yang ada didalam jam, yang pastinya sudah di kalibrasi dari pabrik sebelum dilepas dipasaran. Jadi, dapat dipastikan sensor suhu yang ada didalam jam sudah layak pakai. Untuk mendapatkan pembacaan suhu yang akurat maka jam ini harus dilepas dari tangan, karena ketika dipakai panas tubuh akan sangat berpengaruh terhadap hasil pembacaan.

Sebagai seorang yang bekerja dibidang Meteorologi saya melakukan pengujian terhadap jam ini, di tempat kerja saya yaitu BMKG Stasiun Observasi Cuaca Padang pada tanggal 7 juni 2014 dari jam 07.30-13.00 WIB. Di dalam observasi cuaca, termometer diletakkan didalam sangkar meteorologi dan menunjukkan suhu aktual bumi, oleh karena itu saya juga meletakkan jam didalam sangkar meteorologi dan mencatat suhunya setiap jam.

Jam Eiger didalam Sangkar Meteorologi

Dan berikut hasilnya:
JAM
(WIB)
T (0C)
REAL
EIGER
KOREKSI
07.30
24,8
29,6
-4,8
08.00
26,2
25,9
0,3
09.00
28,4
28
0,4
10.00
29,9
29,5
0,4
11.00
30
29,8
0,2
12.00
30,4
30
0,4
13.00
30,2
29,9
0,3
Ket:
Real adalah hasil pembacaan termometer BMKG yang terkalibrasi dan layak pakai
Eiger adalah hasil pembacaan sensor suhu jam Eiger ILL03
Koreksi adalah selisih pembacaan suhu antara termometer BMKG dengan sensor suhu jam

Jam 07.30 adalah kondisi awal sebelum jam diletakkan di sangkar, dan kondisi jam saya pakai. Terlihat perbedaan yang cukup besar yaitu 4,8 0C, untuk jam-jam selanjutnya dapat kita bandingkan selisih pembacaan sensor suhu jam dengan suhu aktual dari termometer antara 0,2-0,4 0C. Saya cukup impress dengan hasil pembacaan sensor suhu jam yang selisihnya tidak mencapai 0,5 0C, dan kesimpulannya sensor suhu pada jam Eiger ILL03 sangat baik dalam pembacaan suhu.

Pembacaan Suhu jam 13.00 WIB


Altimeter dan Barometer
Untuk fitur Altimeter dan Barometer pembahasannya akan saya gabung karena pembacaan Altimeter adalah konversi dari selisih pembacaan tekanan udara pada suatu tempat dengan tekanan udara pada permukaan laut.

Saat pertama kali saya mendapatkan jam ini hasil pembacaan Altimeter dan Barometer sama totally wrong dan ngaco. Oleh karena itu untuk Barometer dan Altimeter perlu adanya adjustment/ pengaturan.

Barometer adalah alat pengukur tekanan udara, hasil pembacaan tekanan udara bersumber dari sensor yang ada di dalam jam. Sensor barometer ini pastinya jga sudah dikalibrasi di pabrik dan layak pakai sebelum dijual. Namun pada manual book ada keterangan seperti ini “For serious users, the watch can be adjusted or calibrated” entah bagaimana maksudnya, seharusnya jika barometer memang sudah terkalibrasi dari pabrik dan layak pakai maka seharusnya hasil pembacaan sama dengan kondisi realnya, namun yang saya temukan tidak.

Dari manual book terdapat cara adjustment/pengaturan barometer, yaitu Absolute Pressure dan Factory Default. Jika kita men-just dengan cara Absolute Pressure kita harus mengetahui tekanan udara dimana tempat kita berada dan di input ke jam. Jika men-just dengan cara Factory Default maka secara otomatis sensor akan menunjukkan pembacaan sendiri dan sejauh ini yang terjadi dengan jam saya apabila di adjust dengan cara Factory Default hasil pembacaannya ngaco dan terdapat perbedaan jauh dengan tekanan sebenarnya.

Altimeter adalah alat pengukur ketinggian yang menunjukan pembacaan Altitude, yaitu ketinggian suatu titik tertentu dari permukaan laut atau lebih dikenal dengan Meter Diatas Permukaan Laut (MDPL)/Mean Sea Level (MSL). Secara perhitungan Altitude didapatkan dari Selisih antar tekanan udara pada permukaan laut dengan tekanan udara pada titik tertentu (dimana kita berada)  lalu hasilnya dikonversi ke meter/feet.


Untuk mendapatkan hasil pembacaan altitude yang akurat maka perlu dilakukan adjustment pada Altimeter. Dari manual book ada 4 metode untuk men-just altimeter:
1.      Zero Altitude, cara men-just Zero Altitude bararti kita men set Altitude ke 0 meter.
Jadi tempat kita berada saat men-just dengan cara Zero Altitude dianggap 0 meter oleh jam.
2.      Absolute Altitude, cara men-just Absolute Altitude kita harus mengetahui Altitude dari tempat kita berada lalu menginputnya.
3.      Sea Level Pressure, kita harus mengetahui tekanan permukaan laut tempat kita berada lalu menginputnya.
4.      Factory Default, factory Default merupakan cara standar adjustment pabrik yang menghitung Altitude dari suatu tekanan tetap yang merupakan standar yaitu 1013,2 MB yang diasumsikan sebagai tekanan pada permukaan laut.
*Metode ini digunakan pada setting an Altimeter pesawat untuk menunjukak Flight Level pesawat.

Karena pembacaan altitude didasarkan pada perbedaan tekanan udara antara tempat keberdaan dengan tekanan udara pada permukaan laut, maka perubahan tekanan yang terjadi akan memberikan efek pada pembacaan altitude jadi tidak selamanya pembacaan altitude akan akurat bahkan walaupun berada di tempat yang sama altitude nya bisa saja berubah, oleh karena itu Altimeter dan Barometer perlu di adjust secara berkala.

Adjustment Altimeter dan Barometer
Berdasarkan pengalaman saya agar mendapatkan hasil pembacaan yang akurat, Barometer dan Altimeter di just secara bersamaan dengan metode Absolute Altitude dan Absolute Pressure. Saya men-just Altimeter dan Barometer ini di tempat kerja saya yaitu Stasiun Observasi Cuaca BMKG Padang dengan menggunakan input dari Barometer Digital yang terkalibrasi dan layak pakai.

Sebaiknya input tekanan pada tempat kita berada terlebih dahulu lalu input Altitude tempat kita berada, dan secara otomatis akan terhitung Tekanan pada permukaan laut dengan benar. Apabila sudah ter setting dengan benar maka tinggal melihat hasil pembacaan kedepannya.

Untuk mengetahui keakuratan sensor Barometer ini maka saya melakukan pengujian sensor Barometer jam dan membandingkannya dengan hasil pembacaan Barometer digital yang telah terkalibrasi dan layak pakai. 3 hari sebelum saya melakukan pengujian ini, saya telah men-just Altimeter dan Barometer jam sesuai kondisi realnya dengan ketinggian tempat saya men-just adalah 5,88 m, dan saya input ke jam 6 m, dan just Barometer berikut hasilnya.

Hasil Adjusment Tekanan udara sudah sama
Setelah melakukan adjustment saya telah membawa jam ini ke tempat yang saya tidak tahu tekanan dan altitude nya berapa, dan pada tanggal 7 Juni 2014 saya membandingkan hasil pembacaannya dengan Barometer digital di Stasiun Observasi Cuaca BMKG Padang.
Berikut Hasilnya:

JAM
QFE (mb)
QNH (mb)
ALTITUDE (m)
REAL
EIGER
KOREKSI
REAL
EIGER
KOREKSI
07.30
1005,9
1005,8
0,1
1006,3
1006,5
-0,2
5
08.00
1005,9
1006
-0,1
1006,7
1006,6
0,1
5
09.00
1006,1
1006
0,1
1006,8
1006,6
0,2
4
10.00
1006
1006
0
1006,7
1006,5
0,2
5
11.00
1005,7
1005,7
0
1006,4
1006,3
0,1
5
12.00
1005,4
1005,5
-0,1
1006,1
1006,1
0
6
13.00
1005
1005
0
1005,7
1005,7
0
6

Ket:
QFE adalah tekanan udara tempat melakukan pengujian
QNH adalah tekanan udara pada permukaan laut
Real adalah hasil pembacaan Barometer BMKG yang terkalibrasi dan layak pakai
Eiger adalah hasil pembacaan sensor Barometer jam Eiger ILL03
Koreksi adalah selisih pembacaan tekanan udara antara Barometer BMKG dengan sensor Barometer jam

Pembacaan Barometer 13.00 WIB
Saya sangat puas dengan hasil pengujian ini koreksi tekanan udara antara pembacaan sensor jam dengan pembacaan Barometer Digital tidak mencapai 0,3 mb, bahkan perubahan altitude pun tidak melebihi 2 m dari altitude sebenarnya yang saya input. Kesimpulan nya sensor Barometer totally worked.

Pada Functional Display terdapat grafik perubahan Altimeter, apabila kita berada pada tempat yang sama dalam jangka waktu yang lama maka akan terlihat seberapa besar perubahan altitude nya dari grafik.

Pembacaan Altitude & grafik perubahan Altitude (setelah di adjust)


Weather Forecast
Eiger ILL03 mempunyai fitur Weather Forecast/Prakiraan cuaca yang tampilannya berupa ikon disebelah box Functional Display terdiri dari 4 macam yaitu Sunny, Cloudy with sun, Cloudy, Raining



Cara kerja fitur weather forecast ini adalah memprediksi cuaca berdasarkan perubahan tekanan udara yang terjadi, jika mengacu ke ilmu Prakiraan cuaca perubahan tekanan udara memang menjadi salah satu parameter prakiraan tapi sangat banyak faktor lain yang jauh lebih berpengaruh untuk diperhitungkan dibandingkan perubahan tekanan udara terlebih di Indonesia yang terletak di khatulistiwa memiliki dinamika cuaca yang besar.

Sejauh ini saya membandingkan fitur weather forecast dengan kondisi realnya cukup baik pada saat cuaca cerah, namun sering saat terjadi hujan ikon weather forecast menunjukan cloudy. Pengalaman saya selama bekerja apabila terjadi perubahan tekanan udara naik dalam jumlah yang besar dan dalam waktu yang singkat maka ada kemungkinan akan terjadi cuaca buruk.

Display Barometer dengan Grafik perubahan Tekanan Udara


Compass
Compass Display
Untuk fitur kompas saya tidak membahas terlalu jauh karena sejauh ini saya puas memakainya dan hasilpenunjukan arahnya akurat, dan yang perlu tetap diingat adalah jauhkan dari benda-benda magnetik dan posisi jam dalam keadaan horizontal (datar) saat membaca kompas.
Untuk inklinasi dan deklinasi kompas tidak saya perhitungkan karena pengaruhnya sangat kecil di Indonesia, tetapi di manual book juga disertakan panduan dan cara kalibrasi Inklinasi Deklinasi nya.

Penutup
Secara umum saya sangat puas menggunakan jam ini, jam kaya fitur untuk kegiatan outdoor ini bisa dibilang murah jika dibandingkan merk lain dengan fitur kurang lebih sama seperti Sunto dan Casio Protrek yang harganya berkisar antara 1-5jt. Hasil pembacaan sensor nya pun cukup mumpuni dan tidak jauh dari kondisi real nya.

Kekurangan yang saya rasakan dari jam ini adalah saya tidak menemukan spesifikasi tahan air/ water resist jam ini baik di web resmi Eiger maupun di Manual book, dan secara bijak saya mengasumsikan bahwa jam ini hanya tahan cipratan air (pernah saya coba motoran saat hujan lebat) dan tidak untuk dibawa berenang atau menyelam.

Pada akhirnya kembali lagi ke masing-masing orang nya, menurut saya semahal apapun atau secangih apapun jam outdoor, tidak akan ada artinya apabila tidak paham apa hasil pembacaan jam dan cara penggunaan fitur-fiturnya.

Sekian review saya mengenai Jam Outdoor Eiger ILL03, semoga dapat bermanfaat, menjadi referensi dan menambah pengetahuan pembaca apabila terdapat ketidaksesuaian atau kesalahan harap dimaklumi karena saya masih belajar.

Untuk pembaca yang memiliki jam yang sama atau cara adjustment yang sama apabila ingin melakukan adjustment agar pembacaan akurat saya bersedia membantu untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dimanapun anda berada (saya akan cek dahulu ada/tidak Stasiun Observasi Cuaca BMKG) atau sekedar bertukar pikiran.

Update Review setelah 1 bulan lebih pemakaian:
Altimeter
Setelah lebih kurang 1 bulan lebih saya mengamati jam ini kekurangan saya rasakan pada fitur Altimeter dimana akurasinya sekitar 10 meter (terjadi perubahan baik lebih ataupun kurang tetapi tidak mencapai kesalahan 10 meter), kegagalan pembacaan altimeter dengan benar ini disebabkan oleh Sea Level Pressure (tekanan muka laut) yang lambat perubahannya pada jam ini dalam keadaan jam ini dibawa kemana-mana atau saat sedang terjadi perubahan tekanan udara yang besar dalam waktu yang singkat, pembacaan sensor barometer setelah saya adjustment sampai sekarang masih tetap akurat tetapi pembacaan altimeter terus berubah-rubah.

Weather Forecast
Sejauh ini fitur weather forecast belum pernah menampilkan icon rainy, padahal jam ini telah menemani saya bertugas dalam keadaan badai dan cuaca buruk. Bahkan jika kita merujuk ke manual book yaitu fitur Weather Forecast bekerja berdasarkan tendensi tekanan udara, dalam pengalaman saya ini tidak bekerja contoh saat saya bertugas dan tiba-tiba terjadi badai, saat itu terjadi perubahan tekanan udara yang besar dalam waktu yang sangat singkat.

Referensi
www.eigeradventure.com
Manual Instruction Eiger Adventure Watch ADVL-3
Pengalaman Pribadi

9 comments:

  1. mantabz bung sangat berguna artikel ilmiah ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih telah berkunjung bro..
      Maaf, saya baru belajar nge-blg

      Salam kenal.

      Delete
  2. keren reviewnya.. saya yg awam jd sedikit mengetahui tentang cara kerja altimeter dll.. sangat bermanfaat..

    ReplyDelete
  3. terima kasih telah berkunjung, dan meninggalkan komen. sekedar iseng saja saya menulis review ini.. hehehehhe X_X

    ReplyDelete
  4. Mantap bro, sampai hari ini saya masih setia pakai jam yg sama eiger ILL03 setelah 2thn lalu saya beli, and memang tidak ditulis water resistant, tetapi jam ini selalu melekat ditangan saat lagi snorkling dilaut, didanau, disungai saat rafting, juga mandi dikamar mandi, berendam di air hangat(belerang) dan hari ini jam ini masih ditangan dengan kondisi fit, hanya kaca depan yg tergores dan tulisan eiger dll sudah pada hilang hahahahahaha, puas deh pake ni eiger

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Bro :)

      Saya makai jam ini juga udah 2 tahun, kmaren barusan ganti baterai karena udah mati, dan sekarang top cer lagi... tapi setelah ganti baterai saya jadi kurang yakin apakah masih water resist, soalnya pas buka tutup baterai terlihat disitu ada segelnya...

      Delete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. Mantap review nya uda..ngomong² saya juga org pdg,tp lebih tepatnya di bukittinggi.dari pengalaman yg uda share kayak nya saya ragu mo beli eiger ILL03 ini.ngakurin altm dan baro nya susah.klo uda sih pas banget,soalnya kerja di bmkg.klo saya mau ngakurin nya susah kan.tp thanks info nya.klo ke bkt tinggi mampir ke aur kuning.saya kerja di aur kuning.

    ReplyDelete
  7. wah, bagus sekali info dan tutorialnya jelas dan gamblang.
    thanks atas ilmunya.

    ReplyDelete